Islamic Center Jakarta Kebakaran, Api Berkobar di Kubah

Bangunan masjid Islamic Center Jakarta di Jakarta Utara mengalami kebakaran, Rabu (19/10) petang.
Berdasarkan rekaman video yang viral terlihat api berkobar di kubah masjid tersebut.

Ketika dikonfirmasi, petugas jaga di layanan Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Utara, Eddy, membenarkan peristiwa tersebut.

Dia mengatakan kebakaran itu dilaporkan ke pihak pemadam sekitar pukul 15.22 WIB. Saat dihubungi pada pukul 16.13 WIB, setidaknya 10 unit mobil pemadam kebakaran telah diterjunkan ke lokasi.

“10 unit mobil damkar diterjunkan ke lokasi, saat ini sedang dalam proses pemadaman,” kata Eddy.

“15.22 WIB, kejadian awalnya berdasarkan laporan,” imbuhnya.

Saat ditanya terkait dugaan penyebab kebakaran, Eddy menjawab, “Sejauh ini belum diketahui penyebab kebakaran.

Rekaman kebakaran kubah masjid itu pun diunggah di akun Instagram @humasjakfire.

“Terjadi kebakaran yang melanda kubah masjid Jakarta Islamic Center, JI. Kramat Jaya Raya, 006/001, Kel. Tugu Utara, Kec. Koja, Jakarta Utara,” bunyi unggahan Pemadam Kebakaran Jakarta di akun Instagram @humasjakfire.

“Pengerahan sebanyak 10 unit dan 55 personil,” bunyi unggahan tersebut.

Sementara itu, Kepala Sub Divisi Seni Budaya Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam JIC Hanny Fitriyah mengatakan kebakaran terjadi usai kegiatan salat asar berjemaah.

tiga cara masuk surga
Inilah Tiga Cara Masuk Surga

Sabiq bilkhairat, adalah golongan orang yang akan masuk jannah tanpa hisab, bagaimana dengan kita? Apa pula kreteria masuk surganya Allah (Jannah)

Di dunia ini tidak ada dua orang beriman yang memiliki derajat keimanan yang sama. Sejuta orang beriman, sejuta pula tingkat keimanan mereka. Namun demikian, hanya ada tiga cara, bagaimana mereka akan masuk jannah di hari akhir kelak.

Ketiga cara itu adalah: masuk jannah tanpa hisab, masuk jannah dengan hisab yang ringan, dan masuk Jannah dengan hisab yang berat. Masing-masing orang yang beriman dipersilakan memilih salah satunya, dan tidak ada sesuatu pun yang memaksa mereka untuk memilihnya.

Tidak juga Allah, karena Dia telah berfirman

 إِنَّا هَدَيْنَٰهُ ٱلسَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرًا وَإِمَّا كَفُورًا

“Sungguh, Kami telah menunjukkan kepadanya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kufur.” (QS: al-Insan: 3)

ثُمَّ اَوۡرَثۡنَا الۡكِتٰبَ الَّذِيۡنَ اصۡطَفَيۡنَا مِنۡ عِبَادِنَاۚ فَمِنۡهُمۡ ظَالِمٌ لِّنَفۡسِهٖ‌ۚ وَمِنۡهُمۡ مُّقۡتَصِدٌ ‌ۚ وَمِنۡهُمۡ سَابِقٌۢ بِالۡخَيۡرٰتِ بِاِذۡنِ اللّٰهِؕ ذٰلِكَ هُوَ الۡفَضۡلُ الۡكَبِيۡرُؕ

“Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar.” (QS: Fathir: 32)

Ayat di atas juga menjelaskan bahwa mereka yang masuk jannah tanpa hisab disebut dengan sabiq bilkhairat, mereka yang masuk jannah dengan hisab yang ringan disebut muqtashid, dan mereka yang masuk jannah setelah hisab yang berat disebut  linafsih.

Jumlah mereka yang masuk jannah tanpa hisab ini lebih sedikit dibandingkan mereka yang masuk jannah dengan hisab, baik yang ringan ataupun yang berat. Demikian Ibnu Katsir menyitir pendapat ulama dalam tafsir beliau.

Masuk jannah tanpa hisab

Sabiq bilkhairat, yang akan masuk jannah tanpa hisab, secara bahasa berarti orang yang bersegera menuju kebaikan. Mereka adalah orang-orang yang aqidahnya lurus tiada tercampuri kemusyrikan.

Tentang mereka dan kemurnian tauhid mereka yang menjadi syarat utama. Imam Bukhari di dalam kitab shahihnya telah meriwayatkan sebuah hadits dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhu, dari Nabi ﷺ bahwa beliau berkata:

عُرِضَتْ عَلَيَّ الأُمَمُ فَجَعَلَ النَّبِيُّ وَالنَّبِيَّانِ يَمُرُّونَ مَعَهُمْ الرَّهْطُ وَالنَّبِيُّ لَيْسَ مَعَهُ أَحَدٌ حَتَّى رُفِعَ لِي سَوَادٌ عَظِيمٌ قُلْتُ مَا هَذَا ؟ أُمَّتِي هَذِهِ ؟ قِيلَ بَلْ هَذَا مُوسَى وَقَوْمُهُ ، قِيلَ انْظُرْ إِلَى الأُفُقِ فَإِذَا سَوَادٌ يَمْلأُ الأُفُقَ ثُمَّ قِيلَ لِي انْظُرْ هَا هُنَا وَهَا هُنَا فِي آفَاقِ السَّمَاءِ فَإِذَا سَوَادٌ قَدْ مَلأَ الأُفُقَ قِيلَ هَذِهِ أُمَّتُكَ وَيَدْخُلُ الْجَنَّةَ مِنْ هَؤُلاءِ سَبْعُونَ أَلْفًا بِغَيْرِ حِسَابٍ ثُمَّ دَخَلَ وَلَمْ يُبَيِّنْ لَهُمْ فَأَفَاضَ الْقَوْمُ وَقَالُوا نَحْنُ الَّذِينَ آمَنَّا بِاللَّهِ وَاتَّبَعْنَا رَسُولَهُ فَنَحْنُ هُمْ أَوْ أَوْلادُنَا الَّذِينَ وُلِدُوا فِي الإِسْلامِ فَإِنَّا وُلِدْنَا فِي الْجَاهِلِيَّةِ ؟ فَبَلَغَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَخَرَجَ فَقَالَ : هُمْ الَّذِينَ لا يَسْتَرْقُونَ وَلا يَتَطَيَّرُونَ وَلا يَكْتَوُونَ وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ .. “. رواه البخاري 5270

“Ditampakkan beberapa umat kepadaku, maka ada seorang nabi atau dua orang nabi yang berjalan dengan diikuti oleh antara 3-9 orang. Ada pula seorang nabi yang tidak punya pengikut seorangpun, sampai ditampakkan kepadaku sejumlah besar. Aku pun bertanya apakah ini? Apakah ini ummatku? Maka ada yang menjawab: ‘Ini adalah Musa dan kaumnya,’ lalu dikatakan, ‘Perhatikanlah ke ufuk.’ Maka tiba-tiba ada sejumlah besar manusia memenuhi ufuk kemudian dikatakan kepadaku, ‘Lihatlah ke sana dan ke sana di ufuk langit.’ Maka tiba-tiba ada sejumlah orang telah memenuhi ufuk. Ada yang berkata, ‘Inilah ummatmu, di antara mereka akan ada yang akan masuk surga tanpa hisab sejumlah 70.000 orang. Kemudian Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa sallam masuk tanpa menjelaskan hal itu kepada para shahabat. Maka para shahabat pun membicarakan tentang 70.000 orang itu. Mereka berkata, ‘Kita orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti rasul-Nya maka kitalah mereka itu atau anak-anak kita yang dilahirkan dalam Islam, sedangkan kita dilahirkan di masa jahiliyah.’ Maka sampailah hal itu kepada Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa sallam, lalu beliau keluar dan berkata, ‘mereka adalah orang yang tidak minta diruqyah (dimanterai), tidak meramal nasib dan tidak mita di-kai, dan hanya kepada Allah-lah mereka bertawakkal.” (HR: Bukhari 8270).

Ibnu Taimiyyah dalam Fatawa vol. VII menjelaskan bahwa mereka juga orang-orang yang melaksanakan semua kewajiban yang Allah bebankan dan menjauhi semua laranganNya. Selain itu, sisa waktu yang mereka miliki, mereka isi dengan amalan sunnah.

Bagaimana yang makruh? Jangankan yang makruh, untuk yang mubah pun mereka pilih-pilih demi menjaga diri dari terjerumus kepada yang haram.

Masuk jannah dengan hisab ringan

Muqtashid berarti orang yang sedang, tidak buruk dan tidak istimewa. Perbedaan mereka dengan sabiq bilkhairat pada amalan sunnah dan sikap mereka terhadap yang makruh dan yang mubah. Untuk semua kewajiban dan larangan, muqtashidmemenuhi aturan Allah sebagaimana mestinya, begitu pula dengan aqidahnya.

Tentang hisab yang akan mereka jalani Rasulullah ﷺ bersabda,

مَنْ نُوقِشَ الْحِسَابَ عُذِّبَ. قَالَتْ: قُلْتُ: أَلَيْسَ يَقُولُ اللهُ تَعَالَى: {فَسَوۡفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا}؟ قَالَ: ذَلِكِ الْعَرْضُ

“Barang siapa yang diperinci dan detail saat dihisab, niscaya dia akan diazab. Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, ‘Bukankah Allah subhanahu wata’ala berfirman (yang artinya), ‘Maka dia akan dihisab dengan hisab yang mudah]?’ Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Itu al-’ardh (yaitu dipampangkan amalan-amalan seorang hamba di hadapannya sehingga dia mengakuinya, kemudian Allah subhanahu wata’ala menutupi kesalahan-kesalahannya)’.” (Muttafaqun alaih, dari Aisyah radhiyallahu ‘anha).

Masuk Jannah dengan hisab yang berat

Dzalim linafsih atau orang yang mendzalimi diri sendiri adalah orang yang tahu adanya kewajiban dan larangan, namun mereka sengaja melanggarnya, dan lalu ia meninggalkan dunia sebelum sempat bertaubat dari dosa itu (selain syirik dan kufur akbar). Lalu di akhirat, status mereka adalah tahtal masyiah (tergantung kepada kehendak Allah); jika Allah menghendaki bisa saja mereka langsung mendapatkan ampunan, dan jika Allah menghendaki lainnya, maka mereka mesti disucikan dulu di atas api neraka.

Dalam hal ini Allah berfirman,

اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغۡفِرُ اَنۡ يُّشۡرَكَ بِهٖ وَيَغۡفِرُ مَا دُوۡنَ ذٰ لِكَ لِمَنۡ يَّشَآءُ‌ ؕ وَمَنۡ يُّشۡرِكۡ بِاللّٰهِ فَقَدۡ ضَلَّ ضَلٰلًاۢ بَعِيۡدًا

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS: an-Nisa: 116)

Kepastian masuknya dzalim linafsih ke dalam jannah dapat dilihat secara jelas dan tegas dari kandungan dua hadits berikut ini.

 عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِي اللهُ عَنْه عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَدْخُلُ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ وَأَهْلُ النَّارِ النَّارَ ثُمَّ يَقُولُ اللهُ تَعَالَى أَخْرِجُوا مِنَ النَّارِ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ مِنْ إِيمَانٍ فَيُخْرَجُونَ مِنْهَا قَدِ اسْوَدُّوا فَيُلْقَوْنَ فِي نَهَرِ الْحَيَا أَوِ الْحَيَاةِ شَكَّ مَالِكٌ فَيَنْبُتُونَ كَمَا تَنْبُتُ الْحِبَّةُ فِي جَانِبِ السَّيْلِ أَلَمْ تَرَ أَنَّهَا تَخْرُجُ صَفْرَاءَ مُلْتَوِيَةً قَالَ وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا عَمْرٌو الْحَيَاةِ وَقَالَ خَرْدَلٍ مِنْ خَيْرٍ. [رواه البخاري: 21 ومسلم: 270]

“Artinya: “Dari Abu Sa’id al-Khudri ra, dari Nabi ﷺ ia bersabda: Penghuni surga akan masuk surga dan penghuni neraka akan masuk neraka, kemudian Allah ta’ala memerintahkan: Keluarkan dari neraka orang-orang yang dalam hatinya ada iman seberat biji sawi. Maka dikeluarkanlah mereka dari neraka yang warna (badannya) benar-benar hitam, lalu dimasukkan ke dalam sungai hidup atau sungai kehidupan, lalu tumbuhlah mereka seperti biji yang tumbuh setelah air bah, adakah engkau tidak melihatnya, sesungguhnya ia keluar bewarna kuning yang melilit.” (HR: al-Bukhari dan Muslim).

Rasulullah ﷺ dalam hadits yang shahih, bersabda;

يَخْرُجُ قَوْمٌ مِنْ النَّارِ بَعْدَ مَا مَسَّهُمْ مِنْهَا سَفْعٌ فَيَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ فَيُسَمِّيهِمْ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَهَنَّمِيِّينَ

“Akan keluar suatu kaum dari api neraka setelah mereka dibakar dalam api neraka, lalu merekapun masuk kedalam surga, maka penduduk surga menamainya sebagai Jahannamiyyun (mantan penduduk neraka jahannam).” (HR: Bukhari, hadis Anas bin Malik).

Sebenarnyalah jika saja seseorang melanggar aturan Allah lalu ia bertaubat dengan tulus (baca: taubat nashuha) maka paling kurang ia masuk kategori muqtashid, dan akan masuk jannah dengan hisab yang ringan. Bukankah Rasulullah pun beristighfar sesedikitnya 70 kali dalam sehari-semalam?

Penutup

Tentu saja faktor anugerah Allah dan keadilan-Nya berhubungan erat dengan ketiga cara masuk jannah ini. Jelas-jelas Rasulullah ﷺ bersabda;

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ لَنْ يُنَجِّيَ أَحَدًا مِنْكُمْ عَمَلُهُ ( وَفِيْ رِوَايَةِ مُسْلِمٍ: لَمْ يُدْخِلْ أَحَدًا عَمَلُهُ الْجَنَّةَ). قَالُوا وَلَا أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: وَلَا أَنَا إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِي اللهُ بِرَحْمَةٍ؛ سَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَاغْدُوا وَرُوحُوا وَشَيْءٌ مِنْ الدُّلْجَةِ وَالْقَصْدَ الْقَصْدَ تَبْلُغُوْا.

“Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: ”Tidaklah menyelamatkan seorang di antara kalian amal perbuatannya (dalam riwayat Muslim: Tidaklah memasukkan seseorang ke dalam surga amal perbuatannya). Mereka bertanya: ’Tidak pula engkau wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab: ’Tidak pula saya, hanya bahwa Allah telah mencurahkan kepadaku anugerah dan rahmat-Nya. Maka berlaku tepatlah kalian, mendekatlah, beribadahlah di waktu pagi, sore, dan sedikit dari malam, beramallah yang pertengahan, yang pertengahan (tidak ekstrem), kalian pasti akan sampai.” (HR: Bukhari dan Muslim).

Akhirnya, termasuk kategori yang mana pun masing-masing kita menurut pandangan kita sendiri selayaknya menyimak atsar yang dicantumkan oleh Ibnu Katsir dalam tafsir beliau terhadap ayat ke-32 dari Surat Fathir ini, supaya kita tidak tertimpa ‘ujub (bangga diri) atau ghurur (tertipu).

‘Uqbah bin Shahban al-Hanna`iy pernah bertanya kepada Ummul Mukminin, ‘Aisyah tentang siapakah yang dimaksud oleh Allah dalam Surat Fathir ayat 32. Ibunda ‘Aisyah menjawab, “Wahai anakku, mereka semua akan masuk jannah. Sabiq bilkhairat adalah mereka yang telah mendahului kita di masa Rasulullah dan beliau menjanjikan jannah bagi mereka. Muqtashid adalah para sahabat Nabi yang senantiasa meneladani beliau. Dzalim linafsih adalah orang-orang seperti diriku dan dirimu. “Wallahu a’lam.* (ar-risalah No.26)

SEMPURNAKAN IBADAH RAMADHAN DENGAN BERKAH FITRAH

YUK PASTIKAN ZAKAT FITRAH KITA UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN BERAS SANTRI PENJAGA KALAM ILAHI

Allah SWT berfirman,
“Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah bersama dengan orang-orang yang ruku.” (QS. Al-Baqarah: 43)

Sahabat mulia, tak terasa bulan Ramadhan segera berakhir, dan itu artinya kewajiban tunaikan ibadah zakat fitrah harus disegerakan.

Dan pastikan zakat Anda tersalurkan dengan tepat & benar-benar yang membutuhkan, seperti Santri Yatim & Dhuafa Penjaga Kalam Ilahi dan Fakir Miskin.

Tunggu apalagi, yuk tunaikan ibadah zakat fitrah kita untuk memenuhi kebutuhan beras santri yatim dan dhuafa di Pondok pesantren agar mereka bisa tenang belajar & menghafal al Qur’an.

📦 PAKET DONASI :
➡️ Zakat Fitrah Rp 40 Ribu/Jiwa

➡️ Zakat Maal : 2,5%

Rekening Donasi
Bank BCA : 1671809616
Bank Mandiri : 1330022609317
Bank Syariah Indonesia : 7164830777
AN Yayasan Solidaritas Muda Indonesia.

Kantor Yasmi
Ruko sentra Tajurhalang Residence No 27A RT/RW 01/012. Jl. Kampung karet, Tajurhalang, Bogor 16320

♻️ Mohon Bantuan Share nya Kak,yuk Maksimalkan Kebaikan Tanpa Batas, semoga menjadi amal jariyah untuk kakak dan keluarga ♻️ 🙏😊

YUK IKUT BERBAGI BERBUKA PUASA UNTUK SANTRI PENGHAFAL AL-QUR’AN

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sahabat, tak terasa bulan suci Ramadhan 1443 H telah tiba. Sudah selayaknya kita sambut kedatangannya dengan sebaik-baiknya.

Kami mengajak sahabat mulia semuanya untuk bersama-sama memanfaatkan bulan suci Ramadhan dengan meraih pahala terbaik melalui Program Berbagi Berbuka Puasa.

Semoga sahabat bisa ikut berpartisipasi dalam program ini.

Rasulullah Saw bersabda,
“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi)

Saatnya Berbagi #Maksimalkan Kebaikan Tanpa Batas#

PAKET BERBAGI RAMADHAN:
☪️ Buka Puasa : Rp 30 ribu/paket

☪️ Buka puasa : Rp 150 ribu/5 Anak

Rekening Donasi
Bank BCA : 1671809616
Bank Mandiri : 1330022609317
Bank Syariah Indonesia : 7164830777
AN Yayasan Solidaritas Muda Indonesia.

Kantor Yasmi
Ruko sentra Tajurhalang Residence No 27A RT/RW 01/012. Jl. Kampung karet, Tajurhalang, Bogor 16320

Niat, Salah Satu Syarat Sahnya Puasa Ramadhan

 Umat Islam memulai Puasa  Ramadhan. Salah satu hal patut diketahui adalah syarat sahnya puasa Ramadhan ada empat, salah satunya adalah niat berpuasa.

Syarat Sah Puasa Ramadhan

Syarat bagi orang yang hendak melakukan ibadah shiyam (puasa) Ramadhan agar  puasanya sah ada 3:

  • Muslim, adalah orang yang setidak-tidaknya dengan sadar telah mengucapkan syahadatain (dua kalimah syahadat).
  • Baligh (dewasa menurut syara’), bagi laki-laki telah bermimpi basah sehingga mengeluarkan mani (sperma) atau yang telah berumur lima belas tahun. Adapun bagi wanita sudah mengalami haid atau telah berumur sepuluh tahun.
  • Berakal sehat, apabila seseorang tidak mengidap penyakit syaraf, gila, idiot dan sejenisnya.

Niat masuk rukun puasa Ramadhan

Seseorang yang tengah melakukan ibadah shiyam (puasa) wajib melaksanakan rukun shiyam (puasa) agar puasanya diterima Alah. Adapun rukun shiyam (puasa) adalah sebagai berikut:

  • Niat
  • Shiyam (puasa)
  • Futhur (berbuka puasa).

Niat merupakan hal yang sangat mendasar dalam setiap ibadah, termasuk dalam puasa. Seluruh ulama sepakat, tanpa niat puasa Ramadhan, puasa Ramadhan menjadi tidak sah.

Terdapat banyak riwayat hadis yang menjelaskan bahwa niat menjadi syarat sah atau kewajiban niat puasa Ramadhan. Di antaranya hadis riwayat Imam Abu Dawud, Imam Al-Tirmidzi, Al-Nasai dan Ibnu Majah dari Sayidah Hafshah, dia berkata bahwa Nabi ﷺ bersabda;

مَنْ لَمْ يُبَيِّتْ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلاَ صِيَامَ لَهُ

“Barangsiapa tidak berniat puasa di malam hari sebelum terbitnya fajar, maka tidak ada puasa baginya.”

An Nawawi rahimahullah mengatakan, “Mazhab kami –maksdunya Syafiiyyah- bahwa dia tidak sah –maksudnya puasa Ramadhan- kecuali dengan berniat di waktu malam. Dan ini pendapat Malik, Ahmad, Ishaq, Dawud dan mayoritas ulama salaf dan kholaf.” (dari ‘Al-Majmu, 6/318).

Syaikh Wahbah Al-Zuhail dalam kitab Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu, menyebutkan bahwa syarat niat puasa Ramadhan ada empat;

Pertama, niat puasa Ramadhan harus dilakukan di waktu malam, dimulai sejak waktu Maghrib tiba hingga waktu Shubuh. Kedua, ta’yinun niah atau menentukan jenis puasa yang hendak dilakukan, sebagaimana wajib menentukan jenis shalat dalam niat ketika mengerjakan shalat wajib.

Dalam puasa Ramadhan, ketika kita melakukan niat, maka kita wajib menyebut ‘Ramadhan’ dalam niat. Misalnya, nawaitu shauma ghadin min romadhan (saya niat puasa besok dari bulan Ramadhan).

Ketiga, memutlakkan niat hanya untuk puasa Ramadhan saja, bukan untuk puasa yang lain. Keempat, harus melakukan niat setiap malam selama bulan Ramadhan. Hal ini karena setiap hari selama bulan Ramadhan merupakan ibadah mustaqillah (independen), tidak dapat dikaitkan dengan hari sebelumnya atau setelahnya. Karena itu, menggabungkan niat hanya di awal malam hari pertama bulan Ramadhan untuk seluruh puasa selama satu bulan dinilai tidak cukup.

Sementara itu, dalam kitab Hasyiyah Bājūrī Imam Ibrāhim Bājūrī mengatakan paling minimalnya niat puasa itu sebagai berikut.

“نويت صوم رمضان”.

Nawaitu shouma rhomadhona

Artinya: “Saya berniat puasa Ramadhan.” (Hasyiyah Bājūrī: 1/633).

Lalu dalam Fathul Qarīb Syarah Ghāyah wa Taqrīb  Imam Ibnu Qasim menerangkan tentang niat puasa Ramadhan secara lengkap.

نويت صوم غد عن أداء فرض رمضان هذه السنة لله تعالى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāna hādzihis sanati lillāhi ta‘ālā

“Saya berniat puasa besok, yang mana ia (merupakan bagian) dari kewajiban Ramadhan pada tahun ini karena Allah ta’ala.” (Fathul Qarīb: 194).

Adapun Imam Baramāwi yang dikutip dalam I’ānah Thõlibīn, ia menganjurkan untuk membaca beberapa kalimat pengganti lafadz “lillahi ta’ala”.

وقوله : (لله تعالى) : ويسن أن يقول إيمانا واحتسابا لوجه الله الكريم

“Dan pada lafadz ‘lillahi ta’ala’ disunnahkan untuk mengucapakan ucapan ‘imānan wa ihtisāban li wajhillāhi al-karīm’.”  (I’ānah Thõlibīn: 2/1228).

Apakah niat wajib dilafalkan?

Dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu, Prof Dr Wahbah Az Zuhaili menjelaskan bahwa menurut istilah syara’, niat adalah tekad hati untuk melakukan amalan fardhu atau yang lain. Para ulama berbeda pendapat soal pelafalan niat.

Sebagian besar ulama dari madzhab empat sepakat bahwasannya melafalkan niat puasa bukan merupakan syarat sah atau bukan hal wajib. Adapun Madzhab Hanafi dan Madzab Syafi`i serta pendapat madzhab dalam Hambali menyatakan mustahab dan sunnah.

Sedangkan Madzhab Maliki menyatakan makruh (tidak haram). Adapun sebagian ulama madzhab Hanbali seperti Ibnu Taimiyah menyatakan bahwasannya hal itu bi’dah.

Syekhul Islam, Ibnu Taimiyah terrmasuk kelompok yang tidak mewajibkan. Beliau mengatakan;

كُلُّ مَنْ عَلِمَ أَنَّ غَدًا مِنْ رَمَضَانَ وَهُوَ يُرِيدُ صَوْمَهُ فَقَدْ نَوَى صَوْمَهُ سَوَاءٌ تَلَفَّظَ بِالنِّيَّةِ أَوْ لَمْ يَتَلَفَّظْ . وَهَذَا فِعْلُ عَامَّةِ الْمُسْلِمِينَ كُلُّهُمْ يَنْوِي الصِّيَامَ

“Setiap orang yang tahu bahwa esok hari adalah Ramadhan dan dia ingin berpuasa, maka secara otomatis dia telah berniat berpuasa. Baik dia lafalkan niatnya maupun tidak ia ucapkan. Ini adalah perbuatan kaum muslimin secara umum; setiap muslim berniat untuk berpuasa.” (dalam Majmu’ Fatawa, 6:79).

Sementara bagi sebagian ulama lain, syarat melafalkan niat, untuk membantu hati memperjelas niat. Hal tersebut sebagaimana yang dijelaskan dalam Fathul Mu’īn oleh Imam Imam Zainuddin Al-Malībārī.

وفرضه، أي: الصوم: النية بالقلب، ولا يشترط التلفظ بها بل يندب.

“Kewajiban puasa salah satunya adalah niat dalam hati. Tidak disyaratkan untuk diucapkan. Akan tetapi dianjurkan.” (Fathul Mu’īn: 261).

Lalu Imam Sayyid Bakri dalam I’ānah Thõlibīn menambahkan alasan dianjurkannya melafalkan niat.

وقوله: (بل يندب) أي: التلفظ بها ليساعد اللسان القلب.

“Pengucapan niat itu (dianjurkan) agar lisan dapat membantu hati.” (I’ānah Thõlibīn: 2/1217).

Dalam Madzhab Syafi’i (termasuk mayoritas umat Islam di Indonesia), lafadz niat puasa Ramadhan adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ الشَّهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma ghodin ‘an adaa-i fardhisy syahri romadhooni hadzihis sanati lillaahi ta’aala

“Artinya: Aku niat puasa pada hari esok untuk melaksanakan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.”

Jika demikian, memanglah masalah melafalkan niat merupakan masalah ranah perbedaan pendapat antar ulama sejak dulu. Dalam menyikapi perkara seperti ini maka berlaku kaidah yang disebutkan Imam As Suyuthi dalam Al-Asybah wa An Nadzair (hal. 158):

((لَا يُنْكَرُ الْمُخْتَلَفُ فِيهِ وَإِنَّمَا يُنْكَرُ الْمُجْمَعُ عَلَيْهِ))

Artinya: Tidak diinkari perkara yang diperselisihkan padanya, dan sesungguhnya yang diinkari perkara yang ada kesepakatan atasnya (yakni perkara yang disepakati untuk dilarang). Silahkan umat Islam memilih yang mana. Wallahu a`lam bish shawwab.

Report Penyaluran Al Qur’an

Alhamdulillah pada kesempatan baik kali ini, pada 27 Februari 2022 lalu kami dari YASMI Bogor telah menyalurkan Al-Qur’an kepada Santriwati di Rumah Tahfidz Qur’an. Terimakasih banyak kepada para donatur yang telah menyisihkan rezekinya untuk para Anak-Anak – Anak Yatim penghafal Al-Qur’an disini.

Semoga Allah lipat gandakan dengan pahala yang besar dan keberkahan pada rezekinya, serta menjadi amal jariyah yang terus mengalir tiada hentinya. Aamiin Ya Robbal Alamiin 🤲

Rasulullah SAW bersabda:
“Salah satu amal kebaikan yang pahalanya terus terbawa kepada si mayyit sampai ke alam kuburnya adalah sedekah dan mewariskan (mewakafkan) mushaf Al-Qur’an.” (HR. Bukhari)

Rekening Donasi
Bank BCA : 1671809616
Bank Mandiri : 1330022609317
Bank Syariah Indonesia : 7164830777
AN Yayasan Solidaritas Muda Indonesia.

Kantor Yasmi
Ruko sentra Tajurhalang Residence No 27 A RT/RW 01/012. Jl. Kampung karet, Tajurhalang, Bogor 16320

♻️ Mohon Bantuan Share nya Kak, semoga menjadi amal jariyah untuk kakak dan keluarga ♻️ 🙏😊

KEISTIMEWAAN HARI JUM’AT UNTUK BERSEDEKAH

Jumat adalah hari yang mulia. Apapun kebaikan yang dilakukan di hari tersebut memiliki berbagai keutamaan. Sedekah misalnya, yang pahalanya serupa dengan bersedekah di bulan Ramadhan.

Imam Syafi’i dalam kitab al-Umm juz 1 halaman 239 mengungkapkan, agar memperbanyak sedekah di hari Jumat, bisa berupa uang, makanan, atau jenis lain. Allah akan melipatgandakan rezeki orang yang bersedekah di hari Jumat.

Jangan lewatkan hari terbaik untuk mendulang pahala yang berlipat ganda di hari Jumat yang sangat istimewa. Mari buka hari ini dengan Sedekah Jum’at terbaik Dengan Sedekah Beras,sembako, Al-Qur’an dan Iqro untuk para santri Penghafal Al-Qur’an. Bismillah!

Rekening Donasi
Bank BCA : 1671809616
Bank Mandiri : 1330022609317
Bank Syariah Indonesia : 7164830777
AN Yayasan Solidaritas Muda Indonesia.

Kantor Yasmi
Ruko sentra Tajurhalang Residence No 27 RT/RW 01/012. Jl. Kampung karet, Tajurhalang, Bogor 16320

♻️ Mohon Bantuan Share nya Kak, semoga menjadi amal jariyah untuk kakak dan keluarga ♻️ 🙏😊

Laporan Kegiatan Santri

Begitu indah nya melihat para santri disibukan dengan Al-Qur’an, Seperti inilah potret para santri sedang menghafal Al-Qur’an, mereka dibina dan di ajarkan nilai-nilai Al-Qur’an dan makna nya, agar mereka tidak hanya sekedar menghafal, tapi juga mampu mengamalkan nya. 

Walaupun para santri tinggal di pondok (Berasrama) dan relatif padat jadwalnya, namun para santri putri pun juga aktif di pendidikan sekolah formal pada umumnya, mereka juga bersaing dengan anak-anak pada umum nya. Mereka di setting untuk haus akan ilmu sehingga tidak henti untuk selalu belajar. 

Ini semua adalah upaya untuk menjaga dan mengendalikan generasi emas, agar di masa mereka kelak ke Islam yang kokoh tetap melekat di dalam diri mereka dan selalu beradaptasi akan perubahan zaman.

Dikala Sebutir Beras Menjadi Perekat Dengan Rasulullah

Alhamdulillah berkat doa dan dukungan para donatur Alhamdulillah YASMI Bisa terus Istiqomah menyalurkan beras dan sembako Untuk para santri, para santri sangat antusias sekali, mereka menyambut dengan gembira, Mereka menitipkan salam :
“Trimakasih Ayah Bunda, Saat ini kami sudah tidak membawa beras dari rumah lagi, saya dan teman-teman merasa terbantu atas sedekah beras yang ayah bunda titipkan” Ujar salah satu Santri.

Semoga Butiran-butiran Beras menjadi saksi kecintaan kita kepada Rasulullah dengan mencintai anak-anak Yatim dan Dhuafa.

Dari Sahl bin sa’ad rodhiallahuanhu dia berkata: Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda :”Aku dan Orang yang menanggung anak yatim(kedudukannya) disurga seperti ini”,kemudian Nabi shalallahu alaihi wasallam Mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau serta agak merenggangkan keduanya.(HR. Bukhari)

INGIN BERSAMA RASULULLAH DI SURGA ?? SANTUNI ANAK YATIM DAN KAUM DHU’AFA

Sahabat Dermawan…
Beruntunglah mereka yang hingga hari ini masih memiliki kepedulian terhadap nasib anak-anak Yatim & Dhu’afa, karena tidak banyak orang hari ini yang memilih bersusah payah dan sedikit peduli membersamai anak-anak Yatim.

Dan mereka yang peduli, mungkin mereka tidak sempat membangun rumah mewah untuk keluarganya di dunia, tetapi di akhirat kelak tempat yang sangat mewah dan indah telah menantinya. Karena Allah yang memberi garansinya !!

Sebagaimana hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam :
“Saya dan orang yang mengasuh atau memelihara anak yatim akan berada di surga bersamaku seperti ini,” (kemudian beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah dan merenggangkannya sedikit).”
(HR. Bukhari, Tirmidzi, Abu Daud dan Ahmad dari Sahl bin Sa’d).

Adakah tempat yang lebih mewah dan indah selain berada di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam ??
Jika tidak ada, maka yuk…kita berlomba-lomba untuk peduli dan menyantuni anak-anak Yatim & Dhu’afa Penghafal Al-Qur’an. Melalui program Sedekah beras yatim dan dhuafa penghafal Al-Qur’an.

Rekening Donasi
Bank BCA : 1671809616
Bank Mandiri : 1330022609317
Bank Syariah Indonesia : 7164830777
AN Yayasan Solidaritas Muda Indonesia.

Kantor Yasmi
Ruko sentra Tajurhalang Residence No 27 RT/RW 01/012. Jl. Kampung karet, Tajurhalang, Bogor 16320
📲 Info & konfirmasi: 085161707004

♻️ Mohon Bantuan Share nya Kak, semoga menjadi amal jariyah untuk kakak dan keluarga ♻️ 🙏😊